KORBAN MEMBAIK, POLISI PERTANYAKAN IMB

Dinding Budi Salon bagian atas tampak hangus, setelah korban tersengat arus listrik.

Rembang – Kondisi Anda Suherman (usia 48 tahun) warga Kelurahan Tanjungsari kecamatan Rembang Kota pada hari Senin mulai berangsur angsur membaik, setelah mendapatkan perawatan petugas medis di rumah sakit Keluarga Sehat Hospital KSH Pati.

Anda Suherman yang ditunggui oleh isteri dan sejumlah kerabatnya sudah mulai bisa berkomunikasi, kini hanya menunggu proses pengobatan luka bakar di sekujur tubuhnya yang mencapai hampir 80 %.

 

Anda Suherman adalah seorang tukang, waktu itu pada Minggu siang sekitar pukul 13.00 wibb tengah bekerja mengecat dinding lantai II Budi Salon di pinggir jalur pantura Jl Gajah Mada Kelurahan Pacar Rembang.

Tidak lama mengecat, korban menyentuh kabel listrik tegangan tinggi yang berdekatan dengan dinding rumah. Sempat terjadi suara ledakan, setelah itu korban terjatuh ke halaman salon. Tampak dinding rumah yang dicat juga hangus, seperti bekas terbakar. Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah pekerja salon kaget, kemudian mereka langsung memberikan pertolongan kepada Anda Suherman dengan membawanya ke rumah sakit dr R Sutrasno Rembang. Lantaran luka bakarnya sangat parah, korban selanjutnya dirujuk ke rumah sakit Keluarga Sehat Hospital KSH Pati. Sepanjang perjalanan korban terus terusan menangis tak kuat menahan hawa panas yang ia rasakan.

 

Kepala Polsek Kota Rembang AKP Isnaeni bersama ke 4 orang anggotanya siang itu juga langsung menggelar olah tempat kejadian perkara. Penyebab kejadian itu diduga karena korban kurang hati hati.

Meski demikian Kapolsek Kota Rembang menyoroti ada tidaknya izin mendirikan bangunan IMB, terutama untuk bangunan bertingkat yang berdekatan dengan kabel listrik tegangan tinggi sehingga jangan sampai membahayakan keselamatan jiwa manusia.

 

Kapolsek Kota Rembang AKP Isnaeni menambahkan pihaknya juga ikut memantau perkembangan kondisi korban tersengat arus listrik Anda Suherman.

Ia berharap peristiwa semacam ini bisa menjadi perhatian bagi warga masyarakat, supaya lebih hati hati saat menjalankan aktivitas di dekat jaringan listrik.

 

Apalagi di dalam kota Rembang saat ini cukup banyak bangunan berlantai II yang berhimpitan dengan kabel listrik. Dalam rakor Kepala Desa, pihak kepolisian akan menyampaikan masalah ini untuk diteruskan kepada masyarakat.

 

 

JIKA GAGAL, PINTU DPR/MPR AKAN DIBLOKIR

Butir butir tuntutan Kepala Desa yang akan disampaikan dalam aksi demo di Jakarta 22 februari mendatang.

 

Sulang – Sebanyak 287 Kepala Desa di kabupaten Rembang terus meningkatkan koordinasi, terkait dengan rencana aksi demo Kepala Desa se Indonesia (PARADE NUSANTARA) di gedung DPR/MPR Jakarta pada tanggal 22 Februari mendatang, seputar masalah UU pemerintahan desa dan UU pembangunan pedesaan.

Waktunya memang masih agak lama, tetapi persiapan sudah mulai dimatangkan sekarang ini. Ada 7 butir tuntutan yang akan dibawa dalam aksi demo besar besaran tersebut dan sudah menjadi kesepakatan bersama Kepala desa di kabupaten Rembang yang tergabung dalam Guyup Rukun Petinggi Dampo Awang atau Guru Pendawa.

 

Pengurus Guru Pendawa kabupaten Rembang Wasiman menjelaskan ke 7 butir tuntutan diantaranya yakni Alokasi Dana Desa ADD minimal 10 % dari block grant Anggaran Pendapatan Belanja Negara APBN, masa jabatan Kepala Desa harus diperpanjang dari 6 tahun menjadi 8 sampai dengan 10 tahun, Boleh menjabat diatas 2 kali periode asalkan usia tidak sampai 65 tahun, biaya Pilkades ditanggung sepenuhnya oleh anggaran pemerintah kabupaten, ada batasan jabatan perangkat desa sampai usia 65 tahun, penetapan dana purnabhakti bagi Kepala desa dan perangkat serta ada fasilitas asuransi kesehatan bagi kades dan perangkat beserta keluarganya.

 

Wasiman yang juga merupakan Kepala Desa Kaliombo kecamatan Sulang ini menyatakan aspirasi tersebut berdasarkan dengan kongres Kades di Solo beberapa waktu lalu.

Mengenai tuntutan perpanjangan periode dan masa jabatan Kades, karena kerap kali dijumpai adanya dorongan masyarakat yang menghendaki kades lama untuk maju kembali tetapi tidak bisa akibat terbentur aturan pembatasan.

 

Mengenai peningkatan ADD hal itu dianggap wajar, karena desa merupakan poros kebijakan paling bawah yang harus lebih mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Skenario aksi demo nantinya Kepala Desa akan berkumpul di Alun Alun Kota Rembang pada hari Minggu 21 Februari mendatang, kemudian berangkat bersama sama naik bus ke Jakarta. Massa terlebih dahulu akan transit di lapangan parkir timur senayan atau di Masjid Istiqlal.

Aksi baru akan berlangsung pada tanggal 22 Februari dengan jumlah massa kades se Indonesia sekitar seribuan orang. Jika tuntutan tidak dipenuhi atau dilarang masuk ke gedung DPR/MPR, menurut rencana Kepala Desa akan memblokir pintu masuk gedung DPR/MPR sehingga memungkinkan demo berlanjut pada keesokan harinya.

 

 

“BENANG KUSUT” PANWAS KECAMATAN

Belasan calon anggota Panwas Kecamatan mendatangi kantor KPU Rembang, hari Senin.

Rembang – Sebanyak 15 orang calon anggota Panitia Pengawas Kecamatan hari Senin mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum KPU kabupaten Rembang di Jalan Pemuda. Mereka menuntut supaya KPU kabupaten Rembang segera menyerahkan berkas hasil seleksi calon anggota Panwas Kecamatan, sehingga bisa segera ditetapkan dan proses pengawasan tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rembang dapat berjalan dengan baik.

 

Gunanto, calon anggota Panwas Kecamatan Sumber mengatakan bukan saatnya lagi untuk terus saling memperdebatkan pendapat antar lembaga penyelenggara Pilkada, tetapi yang harus dipikirkan adalah bagaimana kepentingan pengawasan, karena waktu pemilihan langsung kepala daerah sudah semakin dekat.

 

Hal senada diungkapkan oleh Nasukah, calon anggota Panwas Kecamatan Sluke. Nasukah sangat menyayangkan terjadinya tarik ulur seperti saat ini, sehingga dia bersama rekan rekannya yang sudah lolos seleksi sejak 4 bulan silam nasibnya terkatung katung, tanpa kejelasan.

 

Komentar lebih tegas lagi disampaikan oleh Ketua Panwas Pilkada kabupaten Rembang Minanus Suud dalam jumpa pers di Kantor Panwas Pilkada. Dia menganggap KPU kabupaten Rembang telah menghambat tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati dengan mengulur waktu penyerahan berkas seleksi Panwas Kecamatan. Hal itu berdasarkan pasal 29 UU no 22 tahun 2007.

Minanus Suud meyatakan pihaknya sudah mengirimkan 3 kali surat pengajuan supaya berkas hasil seleksi segera diserahkan, sebagai bahan penetapan 3 orang anggota Panwas Kecamatan dari 6 orang yang dinyatakan lolos seleksi. Panwas Pilkada memberikan dead line waktu sampai hari Kamis nanti, jika tidak segera dipenuhi maka akan langsung koordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu.

 

Lalu bagaimana komentar pihak Komisi Pemilihan Umum KPU kabupaten Rembang ? Ketua Pokja pembentukan Panwas Pilkada Mussofa’ menolak jika disebut menghambat tahapan Pilkada. Ia justru balik bertanya apakah Bawaslu tidak bersikap demikian ?

Mussofa’ menegaskan jika berdasarkan aturan, pelantikan Panwas Pilkada dari awal sudah terjadi pelanggaran, sehingga jika nekat diteruskan maka akan salah untuk selamanya. KPU kabupaten Rembang memang masih berharap supaya ada pelantikan Panwas Pilkada baru, berdasarkan 6 nama calon hasil seleksi yang lolos uji kepatutan dan kelayakan. Hal ini bukan mengesampingkan masalah pengawasan, tetapi lebih karena ingin sama sama mewujudkan proses demokrasi yang sehat dengan cara taat Undang Undang.

 

Pertemuan antara calon anggota Panwas Kecamatan dengan KPU kabupaten Rembang akhirnya menyimpulkan untuk sama sama menunggu perkembangan lebih lanjut. Bagaimanapun masalah ini tidak lepas dari peranan KPU pusat dan Bawaslu.

 

 

KOMPOSISI PEMAIN LEBIH KUAT

Anthony Jamah Ballah, seusai latihan.

 

Rembang – Antony Jama Ballah, bekas pemain Persebaya Surabaya berharap bisa secara resmi bergabung ke tim PSIR Rembang untuk menuntaskan putaran ke II Kompetisi Divisi Utama.

Sebagai pemain profesional, ia akan segera beradaptasi dengan pemain Laskar Dampo Awang dan membela panji panji PSIR secara maskimal. Anthony Jama Ballah juga siap ditempatkan sebagai pemain gelandang, playmaker maupun  pemain depan.

 

Tak hanya Anthony Jama Ballah saja yang beradu keberuntungan, tetapi ada 7 orang pemain lain yang mengikuti seleksi.

Sedangkan pemain baru yang sudah diikat kontrak adalah bekas pemain Persiku Bambang Harsoyo, kemudian Rony Purwanda dan salah satu pemain lokal M Heppy.

Pelatih PSIR rembang Edy Simon Badawi menjamin komposisi pemain yang ada pada putaran ke II ini jauh lebih baik dibandingkan saat putaran I lalu. Diharapkan dengan tambahan amunisi baru, Laskar Dampo Awang mampu memenuhi target bertahan di Kompetisi Divisi Utama.

 

Edy Simon Badawi menambahkan butuh 4 orang pemain baru lagi pada posisi striker, tengah dan alternatif terakhir pemain belakang.

Keputusan tim pelatih akan disepakati pada Senin malam, setelah itu akan merekomendasikan siapa saja pemain yang layak untuk direkrut.

 

Dari langkah seperti ini, Edy sebenarnya ingin menunjukkan bahwa kualitas pemain lokal Rembang belum bisa bersaing dikancah Kompetisi Divisi Utama yang berlangsung cukup ketat, sehingga mau tidak mau harus mengandalkan pemain luar daerah.

 

 

DIBALIK “KEGARANGAN” CROSSER CILIK

Aksi crosser cilik di sirkuit GOR Besi Rembang, hari Minggu.

Rembang – Puluhan crosser cilik ikut menyemarkkan kegiatan balap motor Bupati Cup di Rembang hari Minggu.

 

Sejak Minggu pagi, para crosser cilik mulai berdatangan dari berbagai daerah di sirkuit kawasan GOR Besi Rembang, seperti dari Kudus, Jepara, Semarang, sejumlah daerah di Jawa Timur bahkan ada pula yang datang dari Kalimantan.

Sebelum ikut perlombaan, tak lupa mereka melakukan pemanasan dan melengkapi diri dengan pakaian balap, sarana perlindungan dada, tangan serta kaki untuk jaminan keamanan apabila sampai terjadi kecelakaan.

 

Crosser cilik ini rata rata berusia dibawah 10 tahun. Vino asal Kudus dan Mohammad Umar Syarif asal Semarang misalnya. Kedua pembalap cilik ini sudah hampir 3 tahun akrab dengan motor cross. Sudah tak terhitung lagi berapa kali jatuh dari motor, tetapi hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk ikut balapan setiap ada even.

Vino menargetkan bisa menyabet juara, sedangkan Umar Syarif lebih ingin menambah jam terbang.

 

Bupati Rembang Mohammad Salim yang membuka jalannya perlombaan sangat mendukung even even motor cross, sebagai salah satu upaya semakin menghidupkan kawasan GOR yang sudah lama mangkrak. Bahkan pihaknya mempertimbangkan kemungkinan sirkuit yang sudah ada saat ini akan dijadikan sirkuit tetap.

 

Saat balapan berlangsung para crosser cilik cukup berani memacu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi, melewati sejumlah rintangan sirkuit. Kemampuan mereka tidak kalah dengan crosser dewasa.

Ketua Panitia Kegiatan ID Wijaya menjelaskan motor cross untuk kelas anak anak memang dimaksudkan untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap olahraga otomotif. Selain melatih kedisiplinan dan keberanian, olahraga otomotif juga bisa mengurangi angka kebut kebutan di jalan raya.

Ia ingin membangkitkan potensi pembalap lokal Rembang melalui kegiatan semacam ini.

 

Nah..bagi anak anak yang ingin menjadi pembalap, ID Wijaya menyarankan supaya berlatih sejak usia dini. Sarananya memang agak mahal, seperti pakaian balap lengkap rata rata seharga Rp 3 jutaan dan sepeda motor kecil yang sudah dimodifikasi sekitar Rp 9 jutaan. Tetapi bekal niat dan kesungguhan merupakan modal utama untuk menjadi pembalap profesional.

 

 

Next Page »