JEMBATAN KARANGGENENG AKAN DIROMBAK

Jembatan Karanggeneng Rembang akan dirombak total tahun ini.

Rembang – Jembatan Karanggeneng Rembang yang berada di jalur utama pantura, kondisinya semakin memprihatinkan. Baut dan besi di sejumlah sisi jembatan sudah aus, bahkan banyak titik yang mulai keropos termakan usia. Apalagi selama ini jembatan tersebut menjadi perlintasan kendaraan berat, dengan tonase yang terkadang melebihi ketentuan. Jembatan Karanggeneng kali pertama dibangun pada zaman Belanda. Kalaupun sudah melalui proses rehab, hanya rehab ringan saja.

 

Tahun 2010 ini tampaknya menjadi kabar gembira, karena pemerintah pusat sudah mengalokasikan anggaran untuk membongkar total jembatan Karanggeneng, supaya konstruksinya lebih kuat.

Besarnya dana yang disediakan sebesar Rp 7,7 miliar, tetapi terbagi untuk 3 jembatan di jalur pantura, masing masing jembatan Karanggeneng, jembatan Tasikharjo Kaliori dan sebuah jembatan di Juwana.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bappeda kabupaten Rembang Hari Susanto ketika dikonfirmasi membenarkan sudah ada rencana jembatan Karanggeneng akan diperbaiki. Hal itu ia ketahui pada saat mengikuti rapat sosialisasi bidang infrastruktur di kantor Bakorwil I Pati. Tentu saja Hari Susanto mengaku cukup kaget dan senang, karena berulang kali pihaknya sudah mengusulkan perbaikan jembatan Karanggeneng, tetapi baru sekarang disetujui.

 

Kepala Bappeda Hari Susanto memperkirakan perombakan jembatan Karanggeneng akan dimulai pada pertengahan tahun 2010 ini, karena baru diadakan proses lelang tender proyek ditingkat pusat.

Jika jadi dibongkar, maka salah satu yang harus dipersiapkan adalah jembatan darurat supaya arus kendaraan yang melintas antar provinsi Jawa Tengah ke Jawa Timur atau sebaliknya, tetap berjalan lancar.

 

Hal ini dikarenakan jalur alternatif dari Perempatan Penthungan – Sendangagung – Ngotet hingga pertigaan desa Tireman, hanya kuat untuk perlintasan mobil dan truk truk kecil saja, sedangkan kendaraan berat seperti tronton dan truk trailler akan sangat berbahaya, apabila tetap dipaksakan melintasi jembatan desa Sendangagung Jeruk.

 

 

AKSI SANG KAKEK BERUJUNG PENJARA

Polisi mengecek barang bukti jaring dan bubu rajungan, Selasa pagi.

 

Tersangka meringkuk di dalam tahanan Mapolsek Kaliori.

 

Kaliori – Seorang kakek lanjut usia di desa Banyudono kecamatan Kaliori tertangkap basah mencuri jaring ikan dan bubu sebuah alat tangkap untuk mencari rajungan, Senin tengah malam.

Ironisnya kakek bernama Nawi (62 tahun) tersebut diduga menggasak alat tangkap milik tetangganya sendiri, Muin warga RT 02 RW 01 desa Banyudono. Memang warga sudah merencanakan aksi penjebakan sejak lama, setelah banyak alat tangkap ikan hilang saat ditaruh di perahu maupun dipasang di tengah lautan. Penjebakan malam itu akhirnya berujung pada penangkapan tersangka. Selasa pagi rencananya tersangka Nawi akan diarak keliling desa Banyudono dengan membawa barang barang curian supaya dikembalikan lagi ke tempat asalnya. Belum dilaksanakan rencana tersebut, tersangka Nawi diamankan oleh aparat Polsek Kaliori supaya terhindar dari aksi main hakim sendiri. Belasan orang warga kemudian menggeruduk Mapolsek Kaliori berniat untuk menjemput tersangka.

 

Salah satu nelayan warga desa Banyudono kec. Kaliori Supardi mengatakan korban yang kehilangan alat tangkap jumlahnya cukup banyak. Kejengkelan mereka semakin bertambah lantaran alat tangkap menjadi andalan sehari hari untuk mencari nafkah.

Sebenarnya warga tidak ingin kasus ini diproses secara hukum, tetapi tersangka hanya dikenakan sanksi dengan diarak keliling kampung supaya malu dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

 

Hal senada diungkapkan oleh nelayan Banyudono lainnya, Atin. Sejumlah alat tangkap miliknya hilang, sehingga dia sempat pontang panting mencari barang pengganti. Besarnya kerugian jaring dan bubu rata rata Rp 1 juta, sehingga apabila jumlah korban mencapai belasan orang maka tergolong cukup lumayan. Atin menduga aksi pencurian lebih banyak dilakukan pada saat malam hari, ketika suasana pinggir pantai sepi.

 

Sebenarnya beberapa bulan lalu, tersangka Nawi juga pernah dikeroyok massa saat kepergok mencuri alat tangkap ikan di wilayah kecamatan Tayu Pati, tetapi entah kenapa kebiasaan buruk tersebut kembali terjadi. Menurut pengakuan tersangka, biasanya besi yang ada di jaring dan bubu diambil untuk dijual kepada tukang rosok. Setelah menunggu lebih dari 3 jam, warga akhirnya harus kembali pulang, karena polisi melarang untuk menjemput tersangka. Polsek Kaliori menurut rencana akan memproses kasus pencurian itu, dengan jeratan pasal 363 KUHP, ancaman hukumannya bisa mencapai 7 tahun penjara. Polisi juga menghimbau supaya nelayan lebih waspada dengan cara menaruh alat tangkap di lokasi yang aman.

 

 

PERTEMUAN AKBAR, TENTUKAN SIKAP

Kelompok Kepala Desa di kabupaten Rembang berembug dalam sebuah kegiatan. Kades dan perangkat akan menentukan sikap resmi menjelang Pilkada.

 

Rembang – Sekitar 3 ribuan orang Kepala Desa dan perangkat di kabupaten Rembang merencanakan pertemuan akbar untuk menentukan sikap resminya dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rembang 26 April 2010.

Ada sejumlah opsi yang diwacanakan saat ini, seperti mendukung salah satu pasangan calon atau bersikap netral, sekaligus memberikan kebebasan untuk menentukan pilihan.

 

Wakil Ketua paguyuban Kepala Desa se kabupaten Rembang yang tergabung dalam Guyup Rukun Petinggi Dampo Awang (Guru Pendawa) Wasiman menyatakan pertemuan akbar ini akan dipusatkan di dalam Gedung Olahraga GOR Besi Rembang.

Mengenai kepastian waktunya akan dibahas lebih lanjut, tetapi kemungkinan saja akan berlangsung pada bulan Maret ini.

 

Ketua paguyuban Guru Pendawa yang juga merupakan Kepala Desa Dresi Kulon Kaliori, Hadi Susanto belum lama ini mengungkapkan pertemuan untuk mengetahui masukan masukan dari Kepala Desa dan perangkat, bagaimana menyikapi perkembangan politik dalam Pilkada nanti. Semua masukan akan ditampung untuk bahan pembahasan. Kalau bisa sehari itu juga dapat diputuskan sikap resmi Kades beserta perangkat.

 

Sejumlah Kepala Desa yang dikonfirmasi oleh Reporter R2B Selasa siang mengaku akan bersikap netral dalam pagelaran Pilkada nanti. Kepala Desa Kumendung kecamatan Rembang Kota Maskuri mengatakan sampai sekarang belum punya rencana akan mendukung atau memilih siapa. Dia juga membebaskan warganya untuk menentukan pilihan, karena hal itu menjadi hak pribadi di era kebebasan berdemokrasi. Jika dirinya bersikap mengarahkan kepada salah satu pasangan calon, maka akan mendapatkan cap buruk.

 

Sebelumnya, pemerintah kabupaten Rembang melalui Sekretaris Daerah Hamzah fathoni menghimbau kepada aparatur pemerintah, termasuk Kades dan perangkat untuk bersikap netral, namun harus tetap menyalurkan hak pilihnya dengan baik.

 

 

LONGSOR, PEMBORONG TUTUP MATA

Warga melintas di jalan penghubung antar desa yang tergerus longsor.

 

Sulang – Bahu jalan penghubung antara desa Pranti dengan desa Pedhak kecamatan Sulang semakin tergerus longsor. Kebetulan jalur tersebut berada di pinggir aliran sungai, ketika debet air meningkat mengakibatkan tanggul tanah terkikis. Kondisi diperparah oleh jebolnya tanggul beton di sebelah utara sungai. Tanggul yang dibangun pada tahun 2009 lalu dan menelan dana sekitar Rp 250 an juta itu dibiarkan porak poranda, padahal menurut sejumlah warga sebenarnya proyek tersebut masih menjadi tanggung jawab pemborong saat masa perawatan.

 

Salah satu perangkat desa Pedhak kecamatan Sulang Kusnadi menjelaskan lama kelamaan longsor akan menggerus jalan penghubung antar desa, karena saat ini di bahu jalan sudah ada rekahan tanah sepanjang 10 meter.

Pada awalnya pihak desa kurang mendukung pembangunan talud beton di pinggir sungai, karena pengerjaannya tidak mencapai keseluruhan. Talud beton hanya separuh saja, sehingga dianggap percuma dan masih rawan longsor. Kusnadi berharap jika nantinya ada dana pembangunan talud, lebih baik dialihkan saja untuk membangun akses jalan baru supaya lebih bermanfaat.

 

Perangkat desa Pedhak Kusnadi menambahkan untuk saat ini warga memasang pagar bambu di pinggir jalan agar warga yang melintas mengetahui ancaman longsor tersebut.

Mengenai penanganan lebih lanjut pihak desa belum ada upaya lain, karena jika mengandalkan alokasi dana desa ADD atau dana swadaya warga, jelas tidak akan memungkinkan.

 

 

KECELAKAAN, PENJUAL TAHU TEWAS

Seorang warga Senin pagi mengamati bak berisi tahu milik korban kecelakaan yang meninggal dunia.

 

Sulang – Seorang penjual tahu tewas dan seorang korban mengalami luka parah dalam sebuah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di tikungan jalan desa Kaliombo kecamatan Sulang, hari Senin pukul 10.00 wibb.

Korban tewas adalah Suparno (45 tahun) penjual tahu asal desa Sendangmulyo Gunem, sedangkan korban luka parah Budiono (24 tahun) warga desa Karangasem kecamatan Bulu. Peristiwa berawal ketika Suparno berjualan tahu keliling melaju dengan sepeda motor jenis Honda Prima Star nopol K 5234 KD dari arah utara akan belok masuk menuju ke desa Kaliombo. Naas, dari arah selatan meluncur kencang Budiono dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter bernomor polisi K 2217 D. Jarak yang sudah sangat dekat mengakibatkan tabrakan tak bisa dihindari lagi. Sang penjual tahu akhirnya tewas, jenazahnya kemudian dibawa ke kamar mayat BLUD Rumah Sakit dr R Sutrasno Rembang.

 

Kepala Desa Sendangmulyo kecamatan Gunem Mohammad Mashudi yang datang melihat jenazah korban di kamar mayat membenarkan bahwa Suparno adalah warganya. Selama ini Suparno memang sehari hari bekerja sebagai penjual tahu keliling. Setelah korban meninggal dunia, entah siapa yang nantinya akan menafkahi isteri dan seorang anaknya.

 

Duka mendalam sangat terasa di kamar mayat BLUD Rumah Sakit dr R Sutrasno Rembang. Sejumlah kerabat korban tampak menangis, tak kuasa melihat Suparno terbujur kaku dengan kondisi luka parah di bagian kepala.

Seusai kejadian, seorang petugas dari asuransi Jasa Rahardja Mohammad Fachrudin langsung melakukan pendataan. Mohammad Fachrudin menjelaskan keluarga korban meninggal dunia rencananya akan mendapatkan santunan Rp 25 juta, sedangkan korban luka parah bisa memperoleh santunan perawatan maksimal Rp 10 juta. Proses pencairan santunan biasanya paling lama 1 minggu.

 

Pihak Satlantas Polres Rembang menghimbau kepada pengguna jalan untuk lebih berhati hati saat melintasi tikungan jalan desa Kaliombo, karena jalur antara Rembang – Blora tersebut merupakan salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas. Bahkan beberapa kali kasus kecelakaan mengakibatkan korban meninggal dunia.

 

 

Next Page »